Sabtu, 27 April 2019

Apa, Bagaimana, dan Kenapa FOSS?






FOSS (Free and Open Source Software) adalah sebutan untuk perangkat lunak yang dapat dengan bebas digunakan, dipelajari, disalin, diubah sesuai kebutuhan, disebarluaskan kembali, dan sumber kodenya terbuka sehingga memungkinkan pengguna untuk ikut mengembangkan. Hal ini berbanding terbalik dengan Proprietary Software (perangkat lunak milik individu) dimana pengembang cenderung membatasi kontrol pengguna terhadap perangkat lunak dan menutup sumber kodenya.



FOSS juga seringkali ditulis FLOSS (Free/Libre and Open Source Software). Kata 'Libre' (yang dalam bahasa Perancis berarti 'bebas') ditambahkan untuk menegaskan bahwa FOSS memiliki arti 'Perangkat Lunak Bebas dan Sumber Terbuka', bukan 'Perangkat Lunak Gratis dan Sumber Terbuka'.



FOSS merujuk pada konsep 'Free Software' dan 'Open Source Software'.


 

Konsep Free Software (Perangkat Lunak Bebas)



Konsep ini mengacu pada kebebasan penggunanya untuk menjalankan, menyalin, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah, dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Sebuah program dikategorikan sebagai Free Software jika penggunanya memiliki 4 kebebasan dasar, yaitu :



-          Kebebasan untuk menjalankan program sesuai keinginan serta untuk tujuan apapun.

-          Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja dan menyesuaikannya dengan kebutuhan.

-          Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali salinan program tersebut sehingga dapat membantu orang lain.

-          Kebebasan untuk menyebarluaskan salinan program hasil modifikasi sendiri sehingga orang lain dapat menikmati manfaatnya.



Konsep ini digagas oleh Richard Matthew Stallman pada tahun 1983 ketika ia meluncurkan proyek GNU, sebuah proyek pengganti sistem operasi UNIX yang menghormati kebebasan penggunanya.



Konsep Open Source Software (Perangkat Lunak Sumber Terbuka)



Konsep ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa, memodifikasi, dan meningkatkan kinerja perangkat lunak karena sumber kodenya terbuka (dapat diakses oleh publik). Ketentuan distribusi Open Source Software harus sesuai dengan 10 kriteria berikut :

-       Bebas Didistribusikan Kembali: Lisensi tidak akan membatasi pihak mana pun dari menjual atau memberikan perangkat lunak sebagai komponen dari agregat distribusi perangkat lunak yang berisi program dari beberapa sumber yang berbeda.

-    Sumber Kode: Program harus menyertakan sumber kode dan harus mengizinkan distribusi dalam sumber kode serta bentuk yang dikompilasi.

-         Karya Turunan: Lisensi harus mengizinkan modifikasi dan karya turunan, dan harus mengizinkannya didistribusikan di bawah ketentuan yang sama dengan lisensi perangkat lunak asli.

-   Integritas Sumber Kode Pencipta: Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi perangkat lunak yang dibangun dari sumber kode yang dimodifikasi.

-     Tidak Ada Diskriminasi Terhadap Seseorang atau Kelompok Lisensi tidak boleh mendiskriminasi seseorang atau sekelompok orang.

-    Tidak Ada Diskriminasi Terhadap Bidang Usaha: Lisensi tidak boleh membatasi siapa pun dari memanfaatkan program untuk bidang usaha tertentu.

-       Distribusi Lisensi Hak yang melekat pada program harus berlaku untuk semua kepada siapa program ini didistribusikan ulang tanpa perlu pelaksanaan lisensi tambahan oleh pihak-pihak lain.

-       Lisensi Tidak Harus Spesifik untuk Suatu Produk: Hak yang melekat pada program tidak boleh bergantung pada program yang menjadi bagian dari distribusi perangkat lunak tertentu.

-  Lisensi Tidak Harus Membatasi Perangkat Lunak Lain: Lisensi tidak boleh menempatkan pembatasan pada perangkat lunak lain yang didistribusikan bersama dengan perangkat lunak berlisensi.

-   Lisensi Haruslah Teknologi-Netral: Tidak ada ketentuan lisensi dapat didasarkan pada teknologi individu atau gaya antarmuka.

 
Konsep ini digagas oleh Bruce Perens pada tahun 1998 tidak lama setelah Netscape merilis sumber kode program mereka ke publik.



Lisensi FOSS

Karena kebebasan yang dimiliki, FOSS sering kali dianggap sebagai 'perangkat lunak nirlisensi (tanpa lisensi)'. Hal tersebut sepenuhnya salah karena FOSS tetap memiliki lisensi yang mengatur dan melindungi perangkat lunak. Beberapa lisensi yang paling sering digunakan pada FOSS antara lain:

-          Apache License

-          GNU General Public License (GPL)

-          GNU Lesser General Public License (LGPL)

-          MIT License

-          Mozilla Public License

-          Atom Text Editor


Manfaat menggunakan FOSS



Selain kebebasan yang telah disebutkan, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan ketika menggunakan FOSS, antara lain:

-          Lebih Aman. Tidak ada 100% perangkat lunak yang aman, namun keterbukaan yang dimiliki FOSS membuat setiap celah keamanan dapat dilacak dan ditutup dengan cepat. Selain itu potensi perangkat lunak mengandung program berbahaya (malware) juga dapat diminimalisir karena setiap pengguna bisa ikut memeriksanya.

-          Lebih Stabil. Keterbukaan yang dimiliki FOSS juga membuat setiap bug dapat diketahui dan diperbaiki dengan cepat.

-          Minim Biaya. Sebagian besar perangkat lunak berlabel FOSS bisa didapatkan secara gratis hanya dengan mengunduhnya di internet. Setelah diunduh perangkat lunak tersebut bisa disebarluaskan kembali kepada siapapun yang ingin menggunakan.
                   
                        Sumber : http://www.adzymaniac.web.id/apa-bagaimana-dan-kenapa-foss-apa-manfaat-bagi-bangsa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar