Jumat, 30 November 2012

Pantang Menyerah & Selalu Optimistis Jadi Kunci Sukses Hakkinen

Jakarta - Melakukan debut di F1 pada tahun 1991, Mika Hakkinen baru bisa meraih kemenangan pertamanya enam tahun kemudian. Jika akhirnya Hakkinen pensiun dengan dua titel juara dunia, itu karena dia memang selalu optimistis dan pantang menyerah.

Seperti itulah sedikit gambaran karier Hakkinen selama 10 tahun yang coba ia tuturkan dalam kunjungannya ke Jakarta dalam rangka perannya sebagai Duta Responsible Drinking untuk Johnnie Walker.

Hakkinen yang memulai membalap di F1 tahun 1991 bersama Lotus memang mengawali kariernya dengan tidak mulus. Dua tahun pertamanya Hakkinen cuma finis di urutan ke-16 dan ke-8.

Ia kemudian pindah ke McLaren di tahun 1993 di mana statusnya saat itu adalah test driver karena Silver Arrows saat itu diperkuat Arton Senna dan Michael Andretti. Ia naik pangkat di tahun 1994 ketika musibah naas menimpa Senna yang membuat pebalap Brasil itu kehilangan nyawa di sirkuit Imola.

Di tahun itu ia finis urutan ke-4 lalu berturut-turut 7, 5 dan 6 hingga akhirnya di tahun 1998 ia meraih sesuatu yang paling diingkan setiap pebalap F1, yakni titel juara dunia yang dilanjutkan di tahun berikutnya.

Sebuah prestasi yang tentunya dibangun dengan kerja keras sebab Hakkinen baru meraih kemenangan pertamanya di GP Eropa 1997, atau setahun sebelum ia jadi juara dunia.

"Saya memulai karier saya di usia 16 tahun (balapan single seater). Butuh jalan yang panjang untuk mencapai sukses itu (juara dunia dua kali). Tapi yang terpenting adalah kepercayaan diri dalam diri Anda," ujar Hakkinen.

"Saya butuh waktu sekitar tujuh tahun untuk memenangi GP pertama saya. Sebelumnya saya selalu berkaca pada cermin dan bertanya, 'Apakah saya bisa menang?'."

"Namun saya selalu yakin jika saya bisa melakukannya. Tentu saja Anda juga harus mempunyai dukungan penuh dari orang-orang di sekitar Anda," papar pria yang mengakhiri kariernya di F1 tahun 2001 itu.
Sumber:Click

Tidak ada komentar:

Posting Komentar